Profil Memphis Depay, Si Penerus Nomor 7 Keramat yang Akhirnya Gagal

107 Likes Comment

Supporter the red devil pasti tahu akan profil memphis depay sang penerus nomor 7 keramat yang gagal. Pria yang lahir pada tanggal 12 februari 1994 ini merupakan pemain timnas belanda yang memiliki tendangan akurat. Digadang-gadang menjadi penerus Cristiano Ronaldo. Memphis Depay tidak bisa memenuhi ekspetasi para supporter the red devil kala itu.

Kualitas dari permainannya memang tidak bisa dianggap ecek-ecek. Kemampuan dribling lengket yang mampu memotong lini tengah dari sisi samping adalah kelebihannya. Sebenarnya penampilannya bersama Manchester united tidak terlalu buruk. Namun, banyak yang menginginkannya bisa seperti Cristiano Ronaldo adalah hal yang membuat seakan-akan dia bermain buruk disepanjang kompetisi liga lokal maupun non lokal.

Tetapi itu semua sudah berlalu, Memphis Depay pun sekarang sudah bermain bersama Olympique Lyon. Dia memilih untuk bermain bersama penghuni liga perancis tersebut untuk bisa menjaga peluangnya bermain bersama timnas Belanda. Sayangnya saat ini ia sedang mengalami cidera cukup parah yang membuatnya berkemungkinan abses sepanjang musim pada musim 2019 sampai 2020 ini.

Karir Perjalanan Memphis Depay

Depay adalah pemain yang dididik sejak junior oleh lingkunganya. Di lingkungan yang bagus ini memang pemain akan terbentuk dengan baik. Kondisi ini seharusnya diterapkan di Indonesia agar pemain-pemain berbakat tidak membuang bakat bermain bolanya. Profil memphis depay saat junior adalah dengan membela V.V Moordrecht saat usianya sudah menginjak 6 pada tahun 2000.

Diujung tahun 2003, ia bergabung bersama Sparta Rotterdam sebelum akhirnya begabung bersama klub yang membesarkan namanya. Bersamaan kepindahanya dari Sparta Rotterdam ditahun 2006, ia memutuskan untuk bergabung bersama PSV Eindhoven pada tahun tersebut. Usianya yang sudah menginjak 12 tahun pas untuk ditempa oleh tim kenamaan dunia ini sampai akhirnya memulai debutnya disana.

2011 saatnya Memphis Depay unjuk taji dengan membela PSV Eindhoven. Disana ia berhail membuat PSV menjuarai Liga Belanda dengan penampilan ciamiknya. Banyak club yang meliriknya, Manchester United adalah salah satu dari club yang meliriknya. Pada akhirnya Memphis Depay juga memutuskan untuk bergabung bersama Manchester United.

Keputusan yang salah menurut legenda Belanda Ruth Gullit. Ia sudah memprediksikan Memphis Depay tidak akan sukses di Manchester United. Meskipun kemampuannya sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar. Perbedaan gaya main atau entah tidak adanya support yang cukup membuat tajinya mulai tumpul. Banyak pihak yang menyayangkan penampilan Depay.

Akhirnya ia dilepas ke club Lyon yang saat ini dibelanya. Perjalanan karir yang kurang mulus tetapi Memphis Depay masih menjadi pilihan Luis Van Gaal untuk mengisi lini pemain timnas Belanda. Bukan salah Memphis Depay bila ia kurang memenuhi harapan banyak orang. Yang terpenting ia sudah berusaha untuk berikan yang terbaik.

Tropi Memphis Depay Sepanjang Karir

Bila harus berbicara mengenai tropi yang berhasil didapatkan Memphis Depay. Profil memphis depay memang tidak akan secemerlang pemain terbaik dunia lainnya. Memphis justru cenderung bagus saat usia muda dan buruk di usia senior. Untuk itu langsung saja simak beberapa tropi yang sudah berhasil ia bawa pulang sepanjang karirnya.

1. Eradivisie 2014-2015

2. KVNB Cup 2011-2012

3. Johan Cruff Shield 2012

4. Tropi top skor Eradivisie, MOTM Ligue 1 dan masih banyak lagi

Satu tropi bergengsi sekaligus mengecewakan yang didapatkan oleh Memphis depay adalah saat ini bersama Timnas Belanda gagal menjuarai piala dunia saat belanda dikalahkan oleh Jerman dengan skor 1-0. Meskipun begitu ia sudah mendapatkan predikat runner up piala dunia dan itu merupakan profil memphis depay yang dapat untuk dibanggakan untuk sekarang.

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *